Lion Air Tergelincir di Bandara Selaparang

Kompas.com - 27/06/2009, 19:29 WIB

MATARAM,KOMPAS.com-Pesawat Lion Air MD 190 dengan nomor penerbangan 652 jurusan Jakarta - Mataram tergelincir ketika mendarat di Bandara Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (27/6), sekitar pukul 14.18 Wita.

Pesawat naas yang membawa penumpang sekitar 155 orang dan tujuh awak pesawat itu tergelincir dengan posisi badan pesawat melintang di tengah landasan pacu yang mengakibatkan bandara ditutup selama beberapa jam.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun ratusan penumpang tampak panik, begitu juga dengan keluarga para penumpang yang berada di ruang tunggu tampak tegang  melihat peristiwa tersebut sehingga memaksa untuk masuk ke lokasi kejadian.

Menurut  Airport Duty Manager Bandara Selaparang, Agus Adi Pratomo, pesawat tersebut tergelincir karena pilot salah posisi ketika akan memutar badan pesawat. "Petugas menara telah memberikan aba-aba supaya pilot memutar pesawat di ujung landasan yang jaraknya 2.100 meter, tetapi pilot memutar pesawat di meter ke 1.600," ujarnya.

Menurut dia, akibat dari kesalahan lokasi memutar badan pesawat itu hidrolik roda depan tidak berfungsi sehingga harus digeret ke tempat parkir pesawat yang seharusnya  dengan alat penderek.

Akibat peristiwa tergelincirnya pesawat Lion Air tersebut bandara ditutup sehingga dua pesawat yaitu Garuda tujuan Jakarta dan Riau AirlineS yang dicarter Transnusa tujuan Sumbawa tertunda hingga beberapa jam. Selain itu, sebanyak 175 penumpang pesawat Lion Air yang hendak berangkat ke Jakarta masih berada di ruang tunggu Bandara Selaparang.

Dari ratusan penumpang tersebut terdapat sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi yang melakukan kunjungan kerja ke NTB dan lima wartawan dari media cetak nasional seperti Kompas, Bisnis Indonesia, Gatra dan Suara Pembaruan.  "Pesawat Lion Air yang seharusnya berangkat pukul 14.20 tertunda hingga pukul 18.30 wita,  para penumpang sudah diberikan informasi agar bisa memaklumi kesalahan teknis itu," ujarnya.

Sementara itu, Manager Station, Lion Air, Indra Aprianur, membantah peristiwa tersebut akibat kesalahan dari pilot. "Pesawat hanya belok terlalu ekstrim sehingga roda depan ngeblok yang menyebabkan hidrolik roda depan tidak berfungsi dan kondisi pesawat juga laik terbang," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau